BANDUNG, KOMPAS.com - Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah atau Dekranasda Provinsi Jawa Barat Netty Prasetiyani Heryawan meluncurkan Perpustakaan Kerajinan Jawa Barat di Gedung Jawa Barat Craft Center (JBCC), Jalan Ir H Juanda 19, Dago Bandung, Jumat (22/10/2010). Perpustakaan tersebut diharapkan dapat menjadi tempat mencari rujukan bagi perajin dan seniman Jawa Barat.
Dalam siaran pers yang dikeluarkan Humas Pemprov Jawa Barat Jumat sore, disebutkan, pbulik, khususnya para perajin, dapat lebih mengenal sebeluk belik kerajinan, dengan mempelajari berbagai rujukan maupun literatur yang menjadi koleksi perpustakaan tersebut.
Gedung Dekranasda atau Jawa Barat Craft Center harus mampu menghadirkan beragam informasi seputar kerajinan di Jawa Barat. Sebagai rumah pengrajin dan publik, berfungsi memberikan pengetahuan seputar kerajinan Jawa Barat. Sehingga sudah selayaknya memiliki perpustakaan sendiri.
"Dengan koleksi tentang kerajinan, seni budaya, bisnis, manajemen usaha, literasi dalam bentuk buku maupun digital, perpustakaan ini diharapkan menjadi referensi bagi para pegiat kerajinan dan kesenian," tegas Netty .
Menurut Netty, perpustakaan adalah tempat di mana disajikan banyak informasi yang diolah dan dikelola secara profesional. Informasi yang ada seputar kerajinan, bukan sekadar dikumpulkan untuk dijadikan arsip atau koleksi, tapi juga disampaikan kepada masyarakat luas.
"Terlebih, jika informasi tersebut merupakan aset atau pengetahuan yang berharga untuk disebarluaskan atau diberdayakan menjadi banyak kegiatan positif yang produktif . Hadirnya Perpustakaan Kerajinan Jawa Barat ini kami harapkan juga sebagai sarana melestariakan dan mengembangkan, sekaligus makin memperkenalkan ke masyarakat luas, kekayaan seni dan budaya Jawa Barat," kata Netty.
Dalam siaran pers itu juga disebutkan, latar belakang berdirinya Perpustakaan Kerajinan Jawa Barat atau disingkat Pekerja adalah sebagai upaya melestarikan dan mempromosikan aneka kekayaan kerajinan Jawa Barat. Proses pendiriannya melalui tahapan pelatihan perpustakaan, penyediaan tenaga pustakawan, pengadaan media informasi koran dan majalah, pembenahan ruangan, hingga pengadaan koleksi.
Sumber:
Laporan wartawan KOMPAS Ratih P Sudarsono
kompas.com | Jumat, 22 Oktober 2010 | 20:32 WIB
No comments:
Post a Comment